Skandal Korupsi Antam: 109 Ton Emas Ilegal, Benarkah?

Belum selesai kehebohan soal kasus dugaan korupsi di Pertamina, kini muncul lagi skandal baru yang bikin geger: korupsi di PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Kali ini, jumlah yang disebut-sebut fantastis—ada klaim kerugian negara mencapai Rp5.900 triliun dan beredarnya 109 ton emas ilegal. Tapi, seberapa benar kabar ini? Yuk, kita kupas lebih dalam!

Dugaan Korupsi PT Antam

Kasus ini sudah ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung) sejak Mei 2024 dan kini sedang disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Sejauh ini, enam mantan petinggi Antam telah ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, soal angka kerugian negara Rp5.900 triliun, Kejagung membantah keras. Menurut Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, angka tersebut tidak pernah dinyatakan secara resmi. Berdasarkan perhitungan resmi, kerugian negara diperkirakan sekitar Rp1 triliun.

109 Ton Emas Ilegal, Bukan Palsu!

Salah satu isu yang bikin heboh adalah dugaan peredaran 109 ton emas palsu. Tapi jangan buru-buru panik, karena faktanya emas ini bukan palsu, melainkan emas ilegal yang diperoleh dari jalur tidak resmi.

Dalam praktiknya, emas ilegal ini dicap dengan logo Antam secara ilegal, sehingga emasnya asli, tetapi perolehannya ilegal.

Modus Operandi 12 Tahun

Para tersangka diduga menjalankan skema ilegal ini selama 12 tahun, dengan cara menerima emas dari pihak luar, mengolahnya, lalu memberikan cap Logam Mulia Antam tanpa prosedur resmi.

Menurut Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Kuntadi, praktik ini menggerus bisnis PT Antam dan menyebabkan kerugian besar.

Antam Pastikan Emas Resmi Terjamin

Menanggapi isu ini, PT Antam memastikan bahwa seluruh produk emas merek Logam Mulia yang beredar di masyarakat adalah asli dan memiliki kadar kemurnian yang terjamin. Sekretaris Perusahaan Antam, Syarif Faisal Alkadrie, menegaskan bahwa emas dari Antam telah tersertifikasi oleh London Bullion Market Association (LBMA) dan diproduksi di fasilitas resmi.

Adapun 109 ton emas yang jadi sorotan, menurut Antam, memang asli, hanya saja penggunaannya dianggap tidak resmi karena terkait dengan praktik yang melanggar aturan.

Dampak pada Harga Emas dan Industri

Kasus ini tidak hanya mengguncang PT Antam, tetapi juga mempengaruhi industri emas secara keseluruhan. Harga emas di pasar domestik mengalami fluktuasi, dan kepercayaan masyarakat terhadap produk emas resmi sedikit terganggu. Namun, para ahli memprediksi bahwa harga emas akan stabil kembali setelah kasus ini menemukan titik terang.

Pelajaran dari Kasus Ini

Kasus korupsi di PT Antam ini menambah daftar panjang skandal besar di Indonesia. Meskipun angka kerugian negara yang beredar di media sosial dibantah oleh Kejagung, skandal ini tetap jadi perhatian serius. Ke depan, semoga ada pengawasan lebih ketat agar praktik seperti ini nggak terjadi lagi. Setuju?

WhatsApp-Image-2025-03-14-at-13.20.56-819x1024 Skandal Korupsi Antam: 109 Ton Emas Ilegal, Benarkah?
Update Liga Korupsi Indonesia Terbaru

Solusi Digitalisasi Bisnis dari Nawatara Tech

Buat kamu yang pengen punya website tapi nggak mau ribet, MauWebBisnis dari Nawatara Tech siap bantu! Kami bikin website yang profesional, cepat, dan gampang dikelola. Mulai dari Landing Page sampai Website Sistem Otomatis, semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis kamu.

Jadi, daripada terus-terusan terjebak di marketplace, lebih baik ambil langkah besar buat punya website sendiri. Saatnya bisnis kamu lebih stabil, lebih untung, dan lebih siap bersaing!

💡 Yuk, digitalisasikan bisnis kamu bareng Nawatara Tech! 🚀 Dapatkan DISINI!

image-1024x554 Skandal Korupsi Antam: 109 Ton Emas Ilegal, Benarkah?

Baca JugaJualan di Marketplace Bikin Lelah Hati? Saatnya Ambil Kendali Penuh tanpa Perang Harga!

Berlangganan Saluran WhatsApp:  WA Channel

Join Community SekarangNawatara Community

Digital enthusiast, storyteller, and full-time thinker on how not to get replaced by AI. Typing away, but still human (for now).

Post Comment