CoreTax Indo: Tantangan Digital di Era AI Barat & China yang Melesat

Teknologi berkembang gila-gilaan di Barat dan China, terutama di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI). Sementara itu, di Indonesia, kita masih bergelut dengan sistem digital yang bikin pening, salah satunya CoreTax Apps. Bukannya bikin urusan pajak jadi lebih gampang, sistem ini malah sering bikin stres karena berbagai kendala teknis dan operasional.

Rendahnya Literasi dan Kecanduan Serba Instan

Sebelum bahas lebih lanjut, ada baiknya kita singkat membahas topik masalah awal dari negeri konoha ini, rendahnya literasi dan kecanduan serba instan, di era digital seperti sekarang, kita punya akses ke banyak informasi. Tapi, sayangnya, tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah. Ini bukan cuma soal membaca buku, tapi juga soal memahami informasi dan mengambil keputusan yang tepat, termasuk dalam memilih tools digital untuk bisnis.

Salah satu dampaknya terlihat jelas di dunia bisnis. Banyak pelaku usaha yang masih kecanduan solusi serba instan, terutama pas pilih aplikasi digitalisasi. Biasanya sih tergoda karena:

  1. Iklan yang Menarik: Promosi keren bikin banyak orang langsung kepincut tanpa ngecek dulu cocok atau nggaknya.
  2. Rekomendasi Teman: “Pakai ini aja, gue juga pakai!” Ya udah, ikut aja tanpa riset dulu.
  3. Nggak Evaluasi Lebih Lanjut: Langganan aplikasi mahal, tapi akhirnya nggak dipakai maksimal.

Biar nggak buang-buang waktu dan uang, ada baiknya sebelum memilih tools digitalisasi, kita lakukan hal berikut:
1. Pahami Kebutuhan Bisnis → Jangan asal ikut tren, sesuaikan dengan kebutuhan usaha.
2. Lakukan Risk Assessment → Cek dulu risiko dan manfaatnya, jangan asal beli.
3. Bandingkan Beberapa Opsi → Jangan cuma pilih satu karena kelihatan menarik, lihat juga alternatif lainnya.

CoreTax Apps: Digitalisasi Setengah Matang? Benar atau Tidak ?

CoreTax Apps digadang-gadang sebagai solusi modern buat urusan pajak. Tapi kenyataannya? Banyak yang justru merasa sistem ini bikin repot. Beberapa masalah yang sering dikeluhkan:

  1. Server Sering Down
    Lagi butuh akses buat lapor pajak, eh malah error. Apalagi pas mepet deadline, makin banyak yang pakai, makin susah masuk.
  2. Tampilan Ribet & Nggak Ramah Pengguna
    UI/UX-nya kurang bersahabat, bikin banyak orang kebingungan. Udah coba login, tapi masih aja bingung harus klik yang mana.
  3. Nggak Terintegrasi dengan Sistem Lain
    Harusnya, kalau udah digital, tinggal masukin data otomatis, tapi ini masih serba manual. Hasilnya? Rawan salah input dan buang-buang waktu.
  4. Minim Teknologi AI
    Di saat negara lain udah pakai AI buat analisis pajak dan deteksi kesalahan input, CoreTax Apps masih jalan manual tanpa fitur pintar yang bisa ngebantu pengguna.

Indonesia Ketinggalan Jauh dari Negara Lain

Sementara di sini masih berjuang lawan error dan sistem yang nggak stabil, negara lain udah jauh lebih maju:

  • Di Barat, AI dipakai buat analisis data pajak, deteksi kesalahan, sampai rekomendasi otomatis buat wajib pajak.
  • Di China, sistem pajaknya udah full digital. AI bisa memprediksi perilaku pajak dan ngehemat waktu administrasi.

Saatnya Berbenah!

Biar nggak makin ketinggalan, ada beberapa hal yang perlu dibenahi:

Tingkatkan Infrastruktur Digital → Server harus lebih kuat, nggak gampang down.
Perbaiki UI/UX → Sistem harus lebih gampang dipakai, nggak bikin pusing.
Integrasikan AI → Biar bisa bantu analisis pajak secara otomatis.
Bangun Ekosistem Digital yang Terhubung → Harus bisa sinkron dengan sistem akuntansi lain.

Le easy: Digitalisasi Tanpa Drama #TuntasinAja

Di tengah sistem pajak yang masih berantakan, bisnis tetap butuh solusi digital yang efektif dan nggak ribet. Le easy hadir buat bantu bisnis biar lebih gampang ngatur operasional dan digitalisasi dengan cara yang pas. Dari pada pusing sama sistem yang bikin ribet, mending pakai solusi yang benar-benar mempermudah. Le easy ~ #Mudah #Hemat #Cerdas🚀

Web Terkaithttps://leeasy.id

Baca Jugahttps://blog.nawatara.com/kolaborasi-nawatara-dengan-tuv-rheinland-sistem-operational-technology/

Berlangganan Saluran WhatsApp:  https://bit.ly/WhatsAppChannel-NawaTaraTech

Grup Diskusihttps://bit.ly/FGD-SeputarKarirdanTeknologi

3 comments

Post Comment